Kasmaji - Alumni SMA Negeri 1 Solo

Home
Bung Hatta Award; Menjauhkan Korupsi, Mendekatkan Masyarakat
Friday, 29 October 2010 10:20

Wali Kota Surakarta Joko Widodo dan Pemerintah Kota Yogyakarta meraih Bung Hatta Anti Corruption Award tahun 2010.

Penghargaan itu diserahkan Kamis (28/10) ini. Menurut anggota Dewan Juri, Betti Alisjahbana, Senin (4/10), kriteria ditekankan pada reformasi birokrasi. ”Faktor yang dilihat adalah integritas, tindakan nyata, dan membangun sistem layanan publik yang terbuka,” ujarnya.

Joko Widodo dinilai berhasil melakukan reformasi birokrasi. Apa yang dilakukan Jokowi— panggilan akrab Joko Widodo—untuk mencegah dan memberantas korupsi di jajarannya?

Menurut Jokowi, sejak awal dia berupaya memperbaiki, mengubah, dan membenahi sistem. Misalnya, pengurusan kartu tanda penduduk (KTP) dan perizinan. Jika dulu pengurusan KTP selesai dalam seminggu, bahkan sebulan, kini sejam jadi. Bahkan, tahun depan, ditargetkan selesai dalam tiga menit. ”Untuk apa lagi orang memberi amplop pada petugas jika satu jam saja KTP jadi?” katanya, pekan lalu di Solo, Jawa Tengah.

Demikian pula dengan perizinan usaha yang dulu selesai delapan bulan hingga satu tahun kini selesai dalam 3-6 hari. Perbaikan sistem itu juga merambah bidang lain, seperti kesehatan, antara lain Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Solo (PKMS). Masyarakat miskin pemegang kartu PKMS tidak perlu membayar untuk berobat di puskesmas. ”Kemudahan dan keterbukaan yang diciptakan lama-lama akan membudaya dan korupsi akan hilang dengan sendirinya,” katanya.

Namun, Jokowi mengakui, pembenahan sistem itu baru menyentuh 40 persen persoalan. Ia mencontohkan, di bidang pendidikan masih terjadi pungutan oleh sekolah saat penerimaan siswa baru. Ia masih mencari perbaikan di bidang itu. ”Bagaimana caranya agar tidak ada pungutan yang berkedok ganti-ganti nama. Dulu ada sumbangan pembangunan ganti sumbangan pengembangan, kemarin sumbangan institusi, sekarang sumbangan prestasi. Ini masih kami cari,” ungkapnya.

Bagaimana Jokowi melakukan pembenahan? Ia banyak belajar dari negara atau daerah lain yang lalu dievaluasi agar lebih sempurna untuk diterapkan. Wali kota yang juga eksportir mebel ini bercerita, saat mengurus izin investasi di Dubai, Uni Emirat Arab, hanya diperlukan waktu satu jam dengan dokumen cuma selembar kertas.


Untuk menerapkan perbaikan sistem, tak jarang timbul resistensi. Karena itu, diperlukan ketegasan. Ia mencontohkan, saat ingin menerapkan pengurusan KTP satu jam, ada pegawainya yang ”menawar” menjadi tiga atau enam hari. Tak segan- segan, pegawai itu pun dicopot.

Ia mengatakan, selain resistensi, ada pula kendala berupa aturan-aturan yang menghambat, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga dari pusat. Untuk peraturan daerah, di Solo ada sekitar 13 peraturan daerah yang dinilai menghambat investasi dan tidak efisien.

Dengan mempersempit celah korupsi, kata Jokowi, anggaran menjadi tepat sasaran dan efisien. Masyarakat merasakan kehadiran pemerintah.

Penggiat Pusat Telaah dan Informasi Regional Surakarta, Alif Basuki, mengatakan, komitmen Jokowi dari aspek transparansi dan partisipasi dinilai cukup baik. Hal itu terbukti terbukanya dokumen APBD. Sejak masa pemerintahan Jokowi, Pemkot Solo menyebarkan poster berisi perincian APBD. Buku berisi APBD juga terdapat di kelurahan-kelurahan.

Akan tetapi, dikatakan Alif, masih ada beberapa kekurangan yang belum diperbaiki, seperti lelang yang belum satu atap. Isu korupsi juga pernah menerpa jajaran Pemkot Solo, termasuk Jokowi, terkait pembangunan Pasar Klithikan, Notoharjo. Namun, tudingan yang muncul saat pencalonan Jokowi sebagai wali kota untuk periode kedua itu tidak terbukti berdasarkan pemeriksaan Badan Pengawas Daerah Kota Solo dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Jawa Tengah.

”Penghargaan Bung Hatta ini harus jadi momentum untuk perbaikan yang lebih lagi. Jika melemah, kami tidak segan-segan mengusulkan agar penghargaan ini dicabut,” kata Alif.

Melayani masyarakat
Penerima penghargaan BHACA yang lain adalah Pemkot Yogyakarta. Sebagai wilayah terkecil (hanya 32,5 kilometer persegi) dari lima wilayah administratif di Provinsi DI Yogyakarta, Kota Yogyakarta menjulang dalam kancah nasional. Kiprahnya dalam tata kelola pemerintahan dan keuangan yang baik mendapat pengakuan luas.

Survei Indeks Persepsi Korupsi terhadap 50 kota di Indonesia yang diadakan Transparency International Indonesia pada 2009 menempatkan Yogyakarta sebagai kota paling bersih dari korupsi.

Pada tahun ini, Badan Pemeriksa Keuangan memberikan status ”wajar tanpa pengecualian” (status audit tertinggi) untuk laporan keuangan Pemkot Yogyakarta tahun 2009.

Kondisi itu tidak tercipta dengan sendirinya, tetapi hasil perwujudan kerja keras yang dipupuk secara bertahap dengan kepemimpinan visioner.

Saat ditemui awal Oktober, Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto yang berperawakan kurus dan berkacamata itu bercerita, pada awal ia memimpin, jurang hubungan antara pemerintah dan masyarakat menganga. Birokrasi yang merupakan abdi atau pelayan masyarakat justru berjarak dengan yang harus dilayani.

Kultur birokrat sebagai ”raja” masih sangat kental meskipun reformasi sudah tiga tahun bergulir kala itu. Menanamkan visi bersama bahwa birokrasi itu ada untuk melayani masyarakat dan akhirnya mencapai kesejahteraan bersama sangat susah.

Dengan kondisi mesin penggerak pemerintahan yang bermasalah itu, Herry memutuskan bertindak. Ia sadar, birokrasilah yang menentukan sukses atau tidaknya suatu pemerintahan. Di sisi lain, perubahan birokrasi sudah menjadi hal mutlak seiring derasnya tuntutan perubahan politik saat itu.

”Pilihannya hanya dua, dipaksa berubah atau secara sadar mengubah sendiri. Saya pilih yang kedua,” kata Herry yang pengusaha batik ini.

Herry sadar, kultur jelek birokrasi yang telah berakar lama tidak bisa langsung dipaksa berubah. ”Resistensi ada. Karena itu, pendekatan untuk mengubah birokrasi tidak saya lakukan dalam satu dimensi, tetapi multidimensi. Ada yang efektif disentuh dari segi keagamaan, ada yang dari sistem, ada juga yang personal. Macam-macam pendekatan dilakukan,” katanya.

Untuk itu, perubahan menuju tata kelola pemerintahan yang baik pun dibangun dari fondasi sistem dan nilai yang diselaraskan secara bertahap. ”Pertama saya bangun sistemnya dulu, setelah itu value diminta mengikuti. Lalu, saya tingkatkan sistemnya satu tingkat, value mengikuti lagi, begitu seterusnya,” ujarnya.

Salah satu value yang dibangun untuk mengikis kesakralan birokrasi adalah transparansi dan akuntabilitas. Herry membuka lebar-lebar keran bagi publik untuk mengakses pemerintahannya. Berbagai dokumen perencanaan, laporan pelaksanaan, laporan keuangan, hingga APBD dipampang dalam situs Pemkot Yogyakarta di www.jogjakota.go.id.

Aduan, keluhan, saran, atau informasi warga pada layanan pemkot dibuka peluangnya dalam Unit Pelayanan Informasi dan Keluhan serta berbagai nomor hotline instansi-instansi teknis. Transparansi dan akuntabilitas itu diterapkan hingga level kelurahan dengan pemasangan rencana kebijakan pembangunan di kantor kelurahan.

Salah satu wujud nyata metamorfosa pembenahan tata kelola pemerintahan bisa terlihat dalam soal perizinan. Birokrasi perizinan dikoordinasikan dalam Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA). Pada 2006, UPTSA ditingkatkan lagi menjadi satu dinas tersendiri. Hasilnya, perizinan menjadi lebih efektif karena diproses di satu tangan saja. (Sri Rejeki/Mohamad Final Daeng)

Sumber: Kompas, 28 Oktober 2010


Powered by jWarlock jwFacebook Comments
 

Bursa Alumni

  • 0
  • 1
  • 2
prev
next

Bursa Bisnis

Kedai 3 Nyonya @ downtown Jungleland

News image

  Teman-teman yth,Silahkan mencoba restaurant yang baru kami buka : Kedai 3 Nyonya @ downtown Jungleland, kawasan Sentul Nirwana, Sentul City (exit tol Jagorawi : Sentul Selatan)- Seat capacity 100 seats (maximum 170 seats)- Smoking / non smoking floor- Discount 10% sd December 2013 PS :Kami juga sedang mengusahakan fasilitas khusus free parking , VIP parking, dan harga khusus masuk ke Jungleland theme park (www.jungleland.co.id) pada saat weekdays, bagi para pengunjung Kedai 3 ...

Read more
  • POLO KASMAJI 2013

         Klik! Untuk Memperbesar Gambar   POLO KASMAJI UNTUK SELURUH KASMAJI Keuntungan Penjualan untuk Donasi

  • Pre-Order Poloshirt KASMAJI

    silahkan click untuk memperbesar Pre-Order Poloshirt KASMAJI-Sebagian dari keuntungan penjualan akan didonasik

  • Anak kelas 1 SMP dari Indonesia membuat situs jejaring sosia

    Rekan-rekan sekalian, Dengan maraknya penggunaan Facebook, Tweeter dll pada saat ini di kalangan anak-anak dan remaja, ternyata telah ada

  • Gaya Anak

    Hananto, Kasmajii 90, bersama istrinya Sari Kurniati, memiliki usaha yang menawarkan berbagai perlengkapan anak khususnya tas anak, baik imp

  • kao[S]olo

    Mas Sandy Solo, alumni 90, punya produk kaos, merk kao[S]olo dengan desain khas solo (solominded). Gerai kao[S]olo mulai dibuka secara resmi

  • Kanrtin Soto Solo

    Yen kanca-kanca pas beredar nang daerah Cimahi, Bandung, aja lali kunjungi warunge Heru 'Arab' Nugroho (alumni1984) di Jll. Cihanjuang, saji

Alumni Card Info

Alumni Card

News image

Apakah kartu alumni : Kartu alumni adalah kartu yang diterbitkan oleh Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Solo, untuk para alumni-nya. Siapakah yang dimaksud para alumni itu : Alumni adalah siapapun yang pernah bersekolah di SMA Negeri 1 Solo, baik sampai lulus maupun tidak. Apa Syaratnya : 1. Pemegang kartu adalah alumni SMA Negeri 1 Solo 2. Pemegang kartu Sudah mengisi database alumni dan memiliki registrasi nomer induk. Karena itu mohon bantuannya untuk mengisi database seleng...

Read more
  • Leaflet Kartu Alumni

    Berikut ini adalah leaflet tentang Kartu Alumni. Leaflet ini akan diserahkan bersamaan dengan pengiriman Kartu Alumni.  Untuk men download

  • MOU Signing dan Pre Soft Launching

    Rekan-rekan alumni,Penandantanganan MOU merchant pertama dengan Ikatan Alumni SMA 1 Solo, yang dilakukan antara Ferry Febrianto dan Kristant

  • Daftar Merchant

    List ini baru sementara dan akan terus berkembang....INVESTASI1. Panin Sekuritas ASURANSI1. Sequis Life2. AIA Insurance HOTEL1. Vi

  • Database dan Milis SMA Negeri 1 Solo

    Rekan2 alumni,Program Kartu Alumni SMA Negeri 1 Solo yang berfungsi juga sebagai discount card pada beberapa merchant (hotel, toko, cafe, dl

Buku Alumni

Buku tentang GCG “AKHIRNYA TERBIT JUGA

News image

Ini adalah buku yang disusun oleh Muhammad Arief  Effendi - Pak Lurah (Alumni 1984), yang sudah memasuki edisi cetakan ke 2, dan segera akan terbit dalam edisi Bahasa Inggris, hard cover version. Mohon doanya semoga semoga segera terbit dengan lancar. Kalau ingin tahu berita selengkapnya mengenai buku tersebut silahkan klik gambar cover buku-nya berikut ini : 1. Buku tentang GCG “AKHIRNYA TERBIT JUGA”.   Buku “The Power of Good Corporate Governance ...

Read more
  • Buku karangan Rika Marlem

    Ada 2 buku karengan Rika Marlem (alumni 1997) yang telah dipublikasikan bersama temannya :Tahun 2006 : Buku Menu Ibu Hamil Tahun 2007 : B

  • Buku-buku karangan : Josaphat Tetuko Sri Sumantyo

    Berikut ini adalah buku-buku yang dikarang oleh Tetuko (alumni 1989), yang saat ini bermukim di Jepang. Keterangan selengkapnya bisa dibaca

  • TASIKA Titian Menuju Muara Hati

    Kisah gadis desa penuh dendam kepada “sang waktu” dianggap tidak adil. Pergolakan bathin terjadi, hingga akhirnya ia menemukan titian untuk

  • Buku Eko Indriawan

    Dibagian halaman ini anda akan diberikan informasi mengenai judul – judul buku yang sudah ditulis oleh Eko Indriyawan (Alumni 2002). Semua

  • Hasil Karya Alumni

    Rekan-rekan alumni, Ternyata cukup banyak hasil karya para alumni SMA Negeri 1 Solo dalam bentuk buku yang sudah diterbitkan. Di bawah ini