Kasmaji - Alumni SMA Negeri 1 Solo

Home
Pembaca Dokumen Otomatis untuk Tunanetra
Saturday, 22 January 2011 22:48
Source : Koran Jakarta

Tanpa kacamata berlensa minus delapan, Anto Satriyo Nugroho (Kasmaji 19889) tidak bisa membaca buku secara jelas, tulisan-tulisan yang tertera di buku tampak kabur. Indra pelihatan Anto memang lemah sejak dia berusia 8 tahun. Karenanya, perekayasa di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) itu kerap kebingungan ketika menjalankan aktivitas, terlebih pada saat melakukan penelitian di laboratorium atau mengajar di sejumlah perguruan tinggi di Jakarta jika tidak mengenakan kacamata. Kendati sangat bergantung pada alat bantu pelihatan itu, Anto tetap bersyukur.

Pasalnya, berkas pantulan cahaya dari benda-benda di sekitarnya masih bisa terlihat terang benderang ketika dia memakai kacamata. “Saya tidak bisa membayangkan kalau dunia ini menjadi gelap gulita,” bisik hati kecil Anto. Rasa syukur itu acap kali hadir pula ketika Anto membandingkannya dengan segala keterbatasan yang dialami para tunanetra. Sampai sekarang, sebagian besar penyandang tunanetra masih kesulitan mengakses informasi tekstual. Hanya melalui huruf Braille-lah mereka dapat mengakses sumber informasi tekstual. Braille merupakan sejenis tulisan atau cetakan sentuh untuk para tunanetra.

Tulisan itu berupa kode yang terdiri dari enam titik dengan pelbagai kombinasi yang ditonjolkan pada kertas sehingga dapat diraba. Penyandang tunanetra bisa mengakses informasi dalam buku cetak jika hurufnya sudah diganti Braille. Namun, yang jadi permasa lah an, jumlah produsen buku khusus untuk tunanetra masih sangat minim. Begitu pula halnya dengan waktu yang dibutuhkan untuk mengonversi dari huruf cetak ke Braille cukup lama. Imbas nya, tidak semua buku cetak yang dibutuhkan para tunanetra bisa dikonversi ke dalam Braille.

Kalau pun dikonversi, tidak semua penyandang tunanetra dapat membaca buku khusus tersebut karena dibutuhkan keterampilan dan latihan untuk dapat membaca huruf Braille. Sejumlah yayasan tunanetra berusaha menyiasati permasalahan tersebut dengan mengundang orang yang bersedia membacakan isi buku cetak. Meski demikian, cara tersebut dianggap belum optimal karena harus melibatkan banyak orang untuk membacakan buku. Bisa jadi, satu orang penyandang tunanetra harus memiliki pendamping khusus untuk membacakan buku.


Para ilmuwan pun kemudian mengembangkan cara lain agar para tunanetra bisa mengakses informasi tekstual dengan lebih mudah dan mandiri, yakni dengan menggunakan speech screen reading. Perangkat lunak itu memungkinkan tunanetra yang menggunakan komputer bisa mengakses informasi tekstual pada layar monitor (screen reader) lewat suara. Sayangnya, penggunaan perangkat lunak itu belum dapat memecahkan persoalan secara utuh.

Pasalnya, harga speech screen reading yang beredar di pasaran internasional, semisal JAWS masih terlalu tinggi bagi para tunanetra. Satu paket perangkat lunak dibanderol harga sekitar delapan juta rupiah. Selain itu, perangkat lunak tersebut juga masih menggunakan dialek bahasa asing sehingga kerap membingungkan para tunanetra. Situasi yang dialami penyandang tunanetra tersebut lantas memotivasi Anto bersama koleganya di BPPT dan sejumlah perguruan tinggi untuk mengembangkan perangkat lunak automatics document reader.

Sistem cerdas itu bisa membantu penyandang tunanetra mengakses bermacam-macam informasi tekstual lewat suara. Informasi tekstual yang bisa diakses tidak terbatas pada teks yang telah ada di layar monitor komputer (screen reader), tetapi juga teks (text reader) semisal di buku cetak. Untuk teks yang berasal dari media cetak (hard copy), seperti buku, majalah, atau koran harus dipindai dulu dengan alat pemindai (scanner) beresolusi minimal 200 dot per inci (dpi). Lalu, data digital hasil pemindaian diproses sedemikian rupa lewat perangkat lunak automatics document reader menjadi suara.

Proses Konversi

Lebih terperinci, Anto menjelaskan, perangkat lunak automatics document reader merupakan gabungan dari teknologi optical character recognition (OCR) dan text to speech synthesizer (TTS). Teknologi OCR merupakan sistem komputer yang dapat mengonversi gambar dari hasil pemindaian ke sebuah dokumen tekstual menjadi teks. Proses konversi diawali dengan memindai dokumen (hard copy) menjadi suatu file gambar dengan alat pemindai. Lalu, bagian-bagian gambar yang tidak diperlukan dihilangkan dalam tahap preprocessing, misalnya kalau gambar hasil pemindaian itu ada yang kotor maka akan dibersihkan.

“Intinya, tahap preprocessing tersebut diperlukan untuk memudahkan proses selanjutnya, yaitu segmentasi,” jelas Anto. Segmentasi merupakan proses mengekstrak area teks dari suatu gambar. Dengan kata lain, memisahkan area pe nga matan pada setiap karakter yang akan dideteksi. Lalu, dinormalisasi dengan mengubah dimensi pengamatan dan ketebalan tiap karakter. Setelah proses segmentasi, selanjut nya masuk tahap pe ngenalan (recognition), yaitu proses me ngenali karakter yang diamati dengan cara membandingkan ciri-ciri karakter sesuai dengan basis data yang tersedia.

Sebagai contoh, gambar “M” diubah menjadi huruf M. Setelah sistem komputer berhasil mengubah gambar menjadi teks, maka dilakukan proses koreksi ejaan sesuai dengan bahasa yang digunakan. Tahap postprocessing untuk mencegah kesalahan komputer dalam mengenali bentuk huruf, contoh huruf “I” bisa saja dibaca komputer sebagai angka “1”. Tahap postprocessing itu menjadi penting agar ketika teks diubah menjadi suara dalam sistem TTS juga tidak salah, seperti kata “adil” dibaca “adii”, karena huruf “l” dibaca “i”.

“TTS adalah sistem untuk mengubah teks menjadi suara,” jelas Anto yang meraih gelar sarjana hingga doktor dari Nagoya Institute of Technology, Jepang. Dalam perangkat lunak automatics document reader, sistem TTS menggunakan perangkat lunak MBROLA yang dikembangakan Arry Akhmad Arman, dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI), Institut Teknologi Bandung (ITB). Peranti lunak tersebut digunakan untuk mengubah perintah fonem tulisan ke format suara (wav) dengan basis data berdialek bahasa Indonesia.

Pada prinsipnya, jelas Anto, proses tersebut adalah konversi simbol tekstual menjadi simbol fonetik yang merepresentasikan unit terkecil suara dalam suatu bahasa. Cara untuk membaca dan pengucapan teks sangat spesifik untuk setiap bahasa. Hal itu menyebabkan implementasi sebuah teks menjadi unit converter fonem menjadi bahasa yang sangat spesifik.

“Jadi, sistem automatics document reader bekerja dengan mengonversi gambar sebagai hasil pemindaian ke dokumen tekstual ke dalam teks (fase OCR), kemudian diikuti oleh konversi dari teks ke suara dengan modul TTS,” urai Anto yang juga menjadi dosen di Swiss German University dan Universitas Al Azhar Indonesia. Automatics document reader telah diperkenalkan kepada publik pada konferensi regional tentang ASEAN dan Disabilitas pada pertengahan Desember 2010 di Hotel Bidakara, Jakarta.

Namun, perangkat lunak yang rencananya bisa diunduh secara cumacuma di Internet itu sampai sekarang masih dalam tahap penyempurnaan. Hal itu dikarenakan suara yang dihasilkan masih seperti robot. Selain itu, sistem OCR masih belum dapat memilah secara tepat antara foto dan teks dalam sumber informasi tekstual.
awm/L-2


Powered by jWarlock jwFacebook Comments
 

Bursa Alumni

  • 0
  • 1
  • 2
prev
next

Bursa Bisnis

Kedai 3 Nyonya @ downtown Jungleland

News image

  Teman-teman yth,Silahkan mencoba restaurant yang baru kami buka : Kedai 3 Nyonya @ downtown Jungleland, kawasan Sentul Nirwana, Sentul City (exit tol Jagorawi : Sentul Selatan)- Seat capacity 100 seats (maximum 170 seats)- Smoking / non smoking floor- Discount 10% sd December 2013 PS :Kami juga sedang mengusahakan fasilitas khusus free parking , VIP parking, dan harga khusus masuk ke Jungleland theme park (www.jungleland.co.id) pada saat weekdays, bagi para pengunjung Kedai 3 ...

Read more
  • POLO KASMAJI 2013

         Klik! Untuk Memperbesar Gambar   POLO KASMAJI UNTUK SELURUH KASMAJI Keuntungan Penjualan untuk Donasi

  • Pre-Order Poloshirt KASMAJI

    silahkan click untuk memperbesar Pre-Order Poloshirt KASMAJI-Sebagian dari keuntungan penjualan akan didonasik

  • Anak kelas 1 SMP dari Indonesia membuat situs jejaring sosia

    Rekan-rekan sekalian, Dengan maraknya penggunaan Facebook, Tweeter dll pada saat ini di kalangan anak-anak dan remaja, ternyata telah ada

  • Gaya Anak

    Hananto, Kasmajii 90, bersama istrinya Sari Kurniati, memiliki usaha yang menawarkan berbagai perlengkapan anak khususnya tas anak, baik imp

  • kao[S]olo

    Mas Sandy Solo, alumni 90, punya produk kaos, merk kao[S]olo dengan desain khas solo (solominded). Gerai kao[S]olo mulai dibuka secara resmi

  • Kanrtin Soto Solo

    Yen kanca-kanca pas beredar nang daerah Cimahi, Bandung, aja lali kunjungi warunge Heru 'Arab' Nugroho (alumni1984) di Jll. Cihanjuang, saji

Alumni Card Info

Alumni Card

News image

Apakah kartu alumni : Kartu alumni adalah kartu yang diterbitkan oleh Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Solo, untuk para alumni-nya. Siapakah yang dimaksud para alumni itu : Alumni adalah siapapun yang pernah bersekolah di SMA Negeri 1 Solo, baik sampai lulus maupun tidak. Apa Syaratnya : 1. Pemegang kartu adalah alumni SMA Negeri 1 Solo 2. Pemegang kartu Sudah mengisi database alumni dan memiliki registrasi nomer induk. Karena itu mohon bantuannya untuk mengisi database seleng...

Read more
  • Leaflet Kartu Alumni

    Berikut ini adalah leaflet tentang Kartu Alumni. Leaflet ini akan diserahkan bersamaan dengan pengiriman Kartu Alumni.  Untuk men download

  • MOU Signing dan Pre Soft Launching

    Rekan-rekan alumni,Penandantanganan MOU merchant pertama dengan Ikatan Alumni SMA 1 Solo, yang dilakukan antara Ferry Febrianto dan Kristant

  • Daftar Merchant

    List ini baru sementara dan akan terus berkembang....INVESTASI1. Panin Sekuritas ASURANSI1. Sequis Life2. AIA Insurance HOTEL1. Vi

  • Database dan Milis SMA Negeri 1 Solo

    Rekan2 alumni,Program Kartu Alumni SMA Negeri 1 Solo yang berfungsi juga sebagai discount card pada beberapa merchant (hotel, toko, cafe, dl

Buku Alumni

Buku tentang GCG “AKHIRNYA TERBIT JUGA

News image

Ini adalah buku yang disusun oleh Muhammad Arief  Effendi - Pak Lurah (Alumni 1984), yang sudah memasuki edisi cetakan ke 2, dan segera akan terbit dalam edisi Bahasa Inggris, hard cover version. Mohon doanya semoga semoga segera terbit dengan lancar. Kalau ingin tahu berita selengkapnya mengenai buku tersebut silahkan klik gambar cover buku-nya berikut ini : 1. Buku tentang GCG “AKHIRNYA TERBIT JUGA”.   Buku “The Power of Good Corporate Governance ...

Read more
  • Buku karangan Rika Marlem

    Ada 2 buku karengan Rika Marlem (alumni 1997) yang telah dipublikasikan bersama temannya :Tahun 2006 : Buku Menu Ibu Hamil Tahun 2007 : B

  • Buku-buku karangan : Josaphat Tetuko Sri Sumantyo

    Berikut ini adalah buku-buku yang dikarang oleh Tetuko (alumni 1989), yang saat ini bermukim di Jepang. Keterangan selengkapnya bisa dibaca

  • TASIKA Titian Menuju Muara Hati

    Kisah gadis desa penuh dendam kepada “sang waktu” dianggap tidak adil. Pergolakan bathin terjadi, hingga akhirnya ia menemukan titian untuk

  • Buku Eko Indriawan

    Dibagian halaman ini anda akan diberikan informasi mengenai judul – judul buku yang sudah ditulis oleh Eko Indriyawan (Alumni 2002). Semua

  • Hasil Karya Alumni

    Rekan-rekan alumni, Ternyata cukup banyak hasil karya para alumni SMA Negeri 1 Solo dalam bentuk buku yang sudah diterbitkan. Di bawah ini