Kasmaji - Alumni SMA Negeri 1 Solo

Home
Balanced Scorecard dan CobiT: Harmonisasi untuk Sistem Manajemen Kinerja TI
Sunday, 09 January 2011 04:51

Oleh: Umar Alhabsyi, MT, CISA, CRISC. (Kasmaji '93)
08-Januari-2011
Sumber: www.ivitc.com

itbizalignPada tulisan sebelumnya, sudah dijelaskan sekilas bagaimana pendekatan harmonisasi dapat digunakan untuk mengambil manfaat optimal dari kekuatan yang dimiliki oleh 2 (dua) kerangka kerja Sistem Manajemen Kinerja (SMK) kondang yaitu Balanced Scorecard dan Six-Sigma. Hasil harmonisasi tersebut menghasilkan sebuah framework “baru” yang sejatinya merupakan kombinasi komplementer yang dapat meningkatkan value dari keduanya.

Namun perlu diingat bahwa kedua framework-framework diatas adalah framework SMK bisnis yang bersifat “generik”. Sehingga untuk diterapkan pada sebuah area spesifik tertentu, diperlukan pengetahuan yang memadai mengenai seluk-beluk area yang spesifik tersebut. Prasyarat ini merupakan prasyarat logis saja. Seperti bagaimana kita dapat mengukur kinerja kesehatan medis seseorang jika kita tidak mengetahui seluk beluk dunia medis, apa ukuran kesehatan medis seseorang, bagaimana cara mengukurnya, dst. Bagaimana kita dapat mengetahui kinerja keuangan sebuah perusahaan jika kita tidak mengetahui dengan baik tentang dunia keuangan, bagaimana ukuran dan cara mengukur kinerjanya. Jadi dari sini dapat kita simpulkan bahwa untuk dapat menentukan ukuran kinerja yang baik, maka mutlak dibutuhkan pengetahuan yang baik pula terkait bidang yang akan diukur tersebut. Setuju? Jika tidak setuju, maka mungkin Anda tidak perlu membaca kelanjutan dari tulisan ini karena premis ini merupakan premis awal yang digunakan dalam bangunan argumentasi dalam tulisan ini.

OK, saya lanjutkan..

Teknologi Informasi (TI) merupakan sebuah sektor yang peranannya semakin dirasakan vital bagi kesuksesan strategi dan pencapaian obyektif organisasi. Penggunaan TI disamping memiliki nilai (value) yang dijanjikan juga memiliki risiko yang harus dikelola dengan baik. Sehingga penggunaan TI dalam sebuah organisasi juga membutuhkan sistem manajemen kinerja yang baik yang dapat memastikan dukungan TI terhadap pencapaian arahan strategis organisasi.

Sebagaimana penerapannya pada sektor lainnya, SMK yang diterapkan untuk TI menuntut pemahaman yang baik mengenai siklus tata kelola TI. Dalam siklus tata kelola TI organisasi tersebut terdapat rangkaian proses-proses TI yang perlu diperhatikan dan kemudian diukur kinerjanya.

CobiT (Control OBjective for Information related Technology) adalah kerangka kerja yang dirancang untuk menjadi panduan dalam tata kelola TI sebuah organisasi. CobiT merupakan standard yang secara defacto diakui sebagai standard untuk tata kelola TI organisasi. Kerangka kerja CobiT mendefinisikan proses-proses standard dalam tata kelola TI di sebuah organisasi. CobiT juga memberikan ukuran kinerja standard untuk mengukur kinerja dari setiap proses TI tersebut. Sementara di sisi yang lain, kerangka kerja SMK pada umumnya, termasuk Balanced Scorecard, memiliki jebakan umum yaitu dalam penentuan ukuran kinerja yang tepat.

Oleh karena itu kiranya akan menjadi sangat komplementer jika standard SMK yang berfokus pada strategic alignment seperti Balanced Scorecard diharmonisasikan dengan kerangka kerja CobiT untuk menentukan indikator kinerja TI yang dibutuhkan. Permasalahan yang muncul berikutnya adalah bagaimana menghubungkan antara kerangka kerja SMK bisnis (Balanced Scorecard) dengan kerangka kerja tata kelola TI (CobiT) tersebut.

Memang, kita mengenal juga bahwa saat ini sudah ada beberapa framework SMK TI yang banyak digunakan. Diantara yang cukup terkenal adalah IT Balanced Scorecard (IT BSC) yang juga menggunakan basis framework Balanced Scorecard. Ide penerapan Balanced Scorecard untuk Teknologi Informasi ini disampaikan oleh Gold (1992, 1994) dan Willcocks (1995), yang kemudian dikembangkan secara lebih dalam oleh Van Grembergeen dan Van Bruggen (1997) serta Van Grembergeen dan Timmerman (1998). Namun demikian –tanpa mengurangi kehebatan dari framework ini—, metodologi yang digunakan oleh IT BSC dalam menentukan obyektif strategis pada setiap tingkatan scorecard serupa dengan metodologi yang digunakan dalam BSC, hanya berbeda dalam konteksnya saja (disana konteksnya bisnis sementara disini konteksnya adalah TI). Sehingga dengan demikian, metodologi IT BSC ini juga otomatis memiliki kekuatan dan kelemahan yang diturunkan dari metodologi induknya, yaitu Business BSC (tentang kekuatan dan kelemahan/jebakan BSC, lihat di sini).

Jadi peluang untuk melakukan perbaikan (improvement opportunity) dalam dunia SMK TI masih cukup terbuka. Misalnya jika kita mengkaji fakta mengenai BSC dan CobiT seperti disinggung diatas, maka peluang tersebut semakin jelas terlihat. Saya pernah melakukan penelitian terkait harmonisasi kedua framework ini untuk menyusun sebuah SMK TI organisasi. Penelitian saya tersebut telah menghasilkan pula sebuah framework dan metodologi untuk menyusun SMK TI organisasi yang mengharmonisasikan BSC dan CobiT. Untuk menyempurnakan framework dan metodologi yang dihasilkan tersebut, framework dan metodologi penyusunan SMK TI tersebut juga telah coba diterapkan pada lingkungan organisasi real yang memiliki kompleksitas cukup besar.

Secara high level, metodologi yang dihasilkan dapat diilustrasikan dalam gambar berikut ini:

itbsccobit

 

Seperti terlihat pada gambar di atas, saya menggunakan bantuan tools Analisis CSF (Critical Succeass Factor) mengingat kekuatannya yang dapat dijadikan sebagai penghubung antara obyektif yang satu dengan obyektif lainnya pada tingkatan-tingkatan yang berbeda-beda. Jika ada kesempatan, Insya Allah akan saya jelaskan yang dimaksud dengan Analisis CSF sebagai penghubung ini.

Alhasil, dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa:

Pertama, kerangka kerja SMK bisnis (dalam hal ini adalah Balanced Scorecard) dan kerangka kerja tata kelola TI (dalam hal ini adalah CobiT) dapat diharmonisasikan secara komplementer untuk menjadi sebuah metodologi/framework baru perancangan SMK TI organisasi dengan alat bantu Analisis CSF. Harmonisasi ini dapat menutup kelemahan/jebakan (pitfall) yang sering dijumpai pada penggunaan BSC, utamanya kesalahan penetapan ukuran kinerja. Sementara itu disisi lain, metodologi yang dihasilkan tetap memanfaatkan kekuatan dari kerangka kerja SMK Balanced Scorecard terutama dari aspek kelengkapan perspektif, fokus keselarasan strategis dan kemudahan kontrol kinerja melalui scorecard nya. Kemudian metodologi yang dihasilkan ini juga dapat menutup kelemahan/jebakan (pitfall) yang sering terjadi dalam penggunaan CobiT yaitu kehilangan konteks strategis organisasi akibat terlalu fokus kepada detail. Sementara itu disisi lain, metodologi yang dihasilkan tetap memanfaatkan kekuatan dari kerangka kerja CobiT terutama dalam kelengkapan pendefinisian proses dalam seluruh siklus tata kelola TI secara komprehensif berikut ukuran kinerja standard pada setiap prosesnya.

Kedua, jika dibandingkan dengan SMK TI berbasis Balanced Scorecard yang sudah ada saat ini yaitu IT Balanced Scorecard, maka metodologi hasil harmonisasi ini memiliki nilai lebih yang utamanya adalah sebagai berikut:

(i) Menggunakan basis rujukan TI yang kuat yaitu dari sebuah standard tata kelola TI yang telah terbukti dan diterima secara luas, yaitu CobiT.

(ii) Menerapkan sistem pembobotan ukuran kinerja TI yang berbasis kepada keterkaitannya terhadap Tujuan TI yang berbasis pada CSF Organisasi dan Tujuan Strategis Organisasi.

Ketiga, ukuran kinerja TI standard yang diberikan oleh CobiT dalam penerapannya pada beberapa bagian tidak dapat langsung digunakan, namun perlu disesuaikan dengan konteks organisasi yang bersangkutan. Hal ini karena ukuran kinerja yang diberikan oleh CobiT lebih bersifat umum untuk semua jenis organisasi, sehingga tidak tertutup kemungkinan ukuran-ukuran kinerja yang ditetapkan menjadi kurang relevan, perlu disesuaikan atau dikhususkan dengan konteks organisasi yang bersangkutan.

Keempat, last but not least, metodologi SMK TI hasil harmonisasi BSC dengan CobiT ini dapat diterapkan pada organisasi nyata. Oleh karena usaha yang dilakukan dalam penelitian ini menjadi kurang bermanfaat jika tidak dapat diterapkan dalam dunia nyata.

Dan lagi-lagi last but not least, semoga tulisan pengantar sederhana ini dapat bermanfaat bagi majelis Pembaca sekalian, hopefully. Terima kasih.[]


Powered by jWarlock jwFacebook Comments
 

Bursa Alumni

  • 0
  • 1
  • 2
prev
next

Bursa Bisnis

Kedai 3 Nyonya @ downtown Jungleland

News image

  Teman-teman yth,Silahkan mencoba restaurant yang baru kami buka : Kedai 3 Nyonya @ downtown Jungleland, kawasan Sentul Nirwana, Sentul City (exit tol Jagorawi : Sentul Selatan)- Seat capacity 100 seats (maximum 170 seats)- Smoking / non smoking floor- Discount 10% sd December 2013 PS :Kami juga sedang mengusahakan fasilitas khusus free parking , VIP parking, dan harga khusus masuk ke Jungleland theme park (www.jungleland.co.id) pada saat weekdays, bagi para pengunjung Kedai 3 ...

Read more
  • POLO KASMAJI 2013

         Klik! Untuk Memperbesar Gambar   POLO KASMAJI UNTUK SELURUH KASMAJI Keuntungan Penjualan untuk Donasi

  • Pre-Order Poloshirt KASMAJI

    silahkan click untuk memperbesar Pre-Order Poloshirt KASMAJI-Sebagian dari keuntungan penjualan akan didonasik

  • Anak kelas 1 SMP dari Indonesia membuat situs jejaring sosia

    Rekan-rekan sekalian, Dengan maraknya penggunaan Facebook, Tweeter dll pada saat ini di kalangan anak-anak dan remaja, ternyata telah ada

  • Gaya Anak

    Hananto, Kasmajii 90, bersama istrinya Sari Kurniati, memiliki usaha yang menawarkan berbagai perlengkapan anak khususnya tas anak, baik imp

  • kao[S]olo

    Mas Sandy Solo, alumni 90, punya produk kaos, merk kao[S]olo dengan desain khas solo (solominded). Gerai kao[S]olo mulai dibuka secara resmi

  • Kanrtin Soto Solo

    Yen kanca-kanca pas beredar nang daerah Cimahi, Bandung, aja lali kunjungi warunge Heru 'Arab' Nugroho (alumni1984) di Jll. Cihanjuang, saji

Alumni Card Info

Alumni Card

News image

Apakah kartu alumni : Kartu alumni adalah kartu yang diterbitkan oleh Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Solo, untuk para alumni-nya. Siapakah yang dimaksud para alumni itu : Alumni adalah siapapun yang pernah bersekolah di SMA Negeri 1 Solo, baik sampai lulus maupun tidak. Apa Syaratnya : 1. Pemegang kartu adalah alumni SMA Negeri 1 Solo 2. Pemegang kartu Sudah mengisi database alumni dan memiliki registrasi nomer induk. Karena itu mohon bantuannya untuk mengisi database seleng...

Read more
  • Leaflet Kartu Alumni

    Berikut ini adalah leaflet tentang Kartu Alumni. Leaflet ini akan diserahkan bersamaan dengan pengiriman Kartu Alumni.  Untuk men download

  • MOU Signing dan Pre Soft Launching

    Rekan-rekan alumni,Penandantanganan MOU merchant pertama dengan Ikatan Alumni SMA 1 Solo, yang dilakukan antara Ferry Febrianto dan Kristant

  • Daftar Merchant

    List ini baru sementara dan akan terus berkembang....INVESTASI1. Panin Sekuritas ASURANSI1. Sequis Life2. AIA Insurance HOTEL1. Vi

  • Database dan Milis SMA Negeri 1 Solo

    Rekan2 alumni,Program Kartu Alumni SMA Negeri 1 Solo yang berfungsi juga sebagai discount card pada beberapa merchant (hotel, toko, cafe, dl

Buku Alumni

Buku tentang GCG “AKHIRNYA TERBIT JUGA

News image

Ini adalah buku yang disusun oleh Muhammad Arief  Effendi - Pak Lurah (Alumni 1984), yang sudah memasuki edisi cetakan ke 2, dan segera akan terbit dalam edisi Bahasa Inggris, hard cover version. Mohon doanya semoga semoga segera terbit dengan lancar. Kalau ingin tahu berita selengkapnya mengenai buku tersebut silahkan klik gambar cover buku-nya berikut ini : 1. Buku tentang GCG “AKHIRNYA TERBIT JUGA”.   Buku “The Power of Good Corporate Governance ...

Read more
  • Buku karangan Rika Marlem

    Ada 2 buku karengan Rika Marlem (alumni 1997) yang telah dipublikasikan bersama temannya :Tahun 2006 : Buku Menu Ibu Hamil Tahun 2007 : B

  • Buku-buku karangan : Josaphat Tetuko Sri Sumantyo

    Berikut ini adalah buku-buku yang dikarang oleh Tetuko (alumni 1989), yang saat ini bermukim di Jepang. Keterangan selengkapnya bisa dibaca

  • TASIKA Titian Menuju Muara Hati

    Kisah gadis desa penuh dendam kepada “sang waktu” dianggap tidak adil. Pergolakan bathin terjadi, hingga akhirnya ia menemukan titian untuk

  • Buku Eko Indriawan

    Dibagian halaman ini anda akan diberikan informasi mengenai judul – judul buku yang sudah ditulis oleh Eko Indriyawan (Alumni 2002). Semua

  • Hasil Karya Alumni

    Rekan-rekan alumni, Ternyata cukup banyak hasil karya para alumni SMA Negeri 1 Solo dalam bentuk buku yang sudah diterbitkan. Di bawah ini